Sejak Bulan tak lagi terang
Sejak bulan tak lagi terangKaupun tak lagi datang.
Entah kemana hilang,
Bisa jadi pulang
atau mungkin menyebrang.
Kata Ibuku bidadari singgah diantara bintang,
tapi ayahku bilang
dia ada diladang
tengah memanen harapan yang pernah terbuang.
Sejak bulan tak lagi terang,
Kemana bayangan menyusupi ilalang.
Bahkan sapamu pun tak lagi kudengar riuh menghadang.
Andai bulan kembali datang,
akan kuikat kau dengan ikrar dan cincin sepasang,
meski sukmamu tak akan pernah sanggup kupegang.
Hingga bulan benar-benar tak lagi datang.
Gambaran sebuah Rindu
Tahukah kau kasih,aku terlalu larut dalam keheningan
dalam rindu yang tak bisa kulukiskan
hanya bayang mu yang ada di ingatan
di remang cahaya malam
saat langkah ku sedikit terlambat
ku tahu hatimu tak pernah menginginkan
namun apa daya,hasrat kutahan,berderai
ku tahu ini bukan awal kasih
bukan pula akhir
namun hadirmu datang temani sepi
malah semakin ku merasa sendiri
jauhnya raga berkelana
seperti mencari harapan diatas keresahan,tanpamu
Seperti Apa …
Kau bilang cintamu sedalam lautansekuat ombak dilaut sana
kau bilang sayangmu selebar dunia
namun nyatanya tiada setia
seperti gelombang engkau hilang
menelan bahagia
lalu cinta bagimu seperti apa ?….
Ku pendam mimpi ku buram
gelap hitan seram
tak terfikirkan betapa kau tega
sirnalah sudah dirimu bak gejora
tak berpijar
seperti sakit yang ku rasa
mengecapi madu namun duri yang ku telan
Cinta Sirna (asa ku)
Setiap hari aku berdo’abiar yang jauh disana tetap sabar menantiku
kadang,,,
dalam rantau orang aku tak selalu bisa
mencerahkan lagi hari ku yang kelabu
karna rindu terus dibalut rindu
aku tak sekuat itu,,,
kadang-kadang rindu ini membuat ku jatuh
lunglai,,,,terhempas oleh pikiran yang tak tentu
tahukah kau tentang hati ini
ingin selalu terpaut dirimu
selalu berharap akan hangat sentuhanmu
tapi ternyata salah kesetiaanku ini
asa yang ku puja
asa yang ku tiupkan sebagai kekuatan
tak lagi bisa menepis
kau mendua
cintamu yang dulu tak lagi menyala
asa ku padam sudah,,,
akan cinta mu yang telah sirna
menyisakan sakit yang terdalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar