Selamat Datang di " Masih Proses Belajar " Semoga Bermanfaat ..!!!

Masih Proses Belajar

Kamis, 27 Juni 2013

Puisi Sedih

Mengapa Asing

Siapa kau
yang dulu diharapkan temani aku
ditawa gembiraku
disusah perihku.
Siapa kau
pujaan hati curahan kasih
yang dilahirkan dari kepiluan
dari tetes keringat dan airmata luka.
Siapa kau makin asing
dan aku tak mengenalmu
darah siapa penuhi nadimu
susu mana ninabobokanmu.
Siapa kau mengapa tak kukenal…

Menunggu kebahagiaan Cinta

Malam menunggu Siang
Gelap menanti terang
Sinar rembulan sirami hati
Menanti datang’nya Cinta sejati
ku lihat sebuah bintang
Berpijar tunjukan jalan
Menuju pintu harapan
Peluang dan kepastian
Angin,,,??
Langkah’ku temani jalan’ku
Mencari semangat dan arti
Meminta datang’nya anugrah ilahi
Menanti tiba’nya Cinta sejati

Luka Karenamu

sudah kita lalui bersama sama
sudah kita lewati smua rintangan
rintangan saat bersama mu
tetapi mengapa kau pergi tinggal kan ku
dan kau malah menduakan ku
aku sangat kecewa
dengan apa yang kau lakukan kepada ku . .
teganya kau putuskan ku demi
wanita lain
mengapa semua terjadi pada cinta kita
kau tega melukai hati ku . .
luka yang kau berikan kan membeku . .
di jiwaku untuk selamanya

Senja Ini

Kelam di setiap sudut
seperti hatiku yang terasa kelabu
senja ini hujan turun
diantara isakku yang tersedu
aku tak tahu
tentang duka ini
Senja ini
harapanku musnah
pada luka yang kau torehkan
mimpiku menghilang
hingga yang terlihat
hanya kertas buram
pada air mataku
Senja ini
tak berarti
sungguh tak berarti
hanya ada aku
dan hati yang tersakiti

Sepi

Itu yang ku rasa
memukul didada rasa
waktu tak berguna
tanpamu hampa ku rasa
itu yang menyapa
sendiri,bertamu
tak bisa ku usir
semakin pilu tanpa kau ada
itu yang menyayat
tanpa dirimu aku resah
beroktak jiwa
tak ku turutkan
itu yang mampu kulakukan
menahan sepi ini
kesunyian ini
kepiluan ini
tanpamu kasih
tiada disisi
itu belenggu rasa
rindu dikesendirian
cinta bertema angan
sayang tak kesampaian
kasih tak berujung indah
hanya tinggal sepi menikam

Lara

Aku tersesat terlalu jauh
mengagumimu seperti menginginkan luka
padahal hati ini tulus mencintamu
aku tenggelam terlalu dalam
hingga tiada cahaya ku dapati
berada didasar laut gelap
aku terlanjur jatuh cinta padamu
mungkin terlalu,,,
terlalu menginginkan mu
hingga sakit tertahan disisiku
andai kau ada disampingku
aku takkan mengenal hampa
betapa jauh sukma ini mencarimu
hanya menyisakan lara
engkau yang meluluhkan aku
engkau yang meruntuhkan aku
engkau yang menyentuh hati
ku cinta
namun kau tiada mengerti
kau biar aku tetap sendiri
kau biarkan aku tetap berdiri
tinggalkan kedukaan ini
menyakiti

 


 


 

 

Puisi Cinta

Sejak Bulan tak lagi terang

Sejak bulan tak lagi terang
Kaupun tak lagi datang.
Entah kemana hilang,
Bisa jadi pulang
atau mungkin menyebrang.
Kata Ibuku bidadari singgah diantara bintang,
tapi ayahku bilang
dia ada diladang
tengah memanen harapan yang pernah terbuang.
Sejak bulan tak lagi terang,
Kemana bayangan menyusupi ilalang.
Bahkan sapamu pun tak lagi kudengar riuh menghadang.
Andai bulan kembali datang,
akan kuikat kau dengan ikrar dan cincin sepasang,
meski sukmamu tak akan pernah sanggup kupegang.
Hingga bulan benar-benar tak lagi datang.



Gambaran sebuah Rindu

Tahukah kau kasih,
aku terlalu larut dalam keheningan
dalam rindu yang tak bisa kulukiskan
hanya bayang mu yang ada di ingatan

di remang cahaya malam
saat langkah ku sedikit terlambat
ku tahu hatimu tak pernah menginginkan
namun apa daya,hasrat kutahan,berderai

ku tahu ini bukan awal kasih
bukan pula akhir
namun hadirmu datang temani sepi
malah semakin ku merasa sendiri
jauhnya raga berkelana
seperti mencari harapan diatas keresahan,tanpamu



Seperti Apa …

Kau bilang cintamu sedalam lautan
sekuat ombak dilaut sana
kau bilang sayangmu selebar dunia
namun nyatanya tiada setia
seperti gelombang engkau hilang
menelan bahagia
lalu cinta bagimu seperti apa ?….

Ku pendam mimpi ku buram
gelap hitan seram
tak terfikirkan betapa kau tega
sirnalah sudah dirimu bak gejora
tak berpijar
seperti sakit yang ku rasa
mengecapi madu namun duri yang ku telan



Cinta Sirna (asa ku)

Setiap hari aku berdo’a
biar yang jauh disana tetap sabar menantiku
kadang,,,
dalam rantau orang aku tak selalu bisa
mencerahkan lagi hari ku yang kelabu
karna rindu terus dibalut rindu
aku tak sekuat itu,,,
kadang-kadang rindu ini membuat ku jatuh
lunglai,,,,terhempas oleh pikiran yang tak tentu

tahukah kau tentang hati ini
ingin selalu terpaut dirimu
selalu berharap akan hangat sentuhanmu
tapi ternyata salah kesetiaanku ini
asa yang ku puja
asa yang ku tiupkan sebagai kekuatan
tak lagi bisa menepis
kau mendua
cintamu yang dulu tak lagi menyala
asa ku padam sudah,,,
akan cinta mu yang telah sirna
menyisakan sakit yang terdalam

 


 


Puisi Keluarga

 v

Hadiah Terindah

Hadiah terindah terbungkus dalam kesederhanaan
Hadiah terindah berisi untaian doa
Ya…benar untaian doa dari ke dua insan yang senantiasa mencintaiku
Mereka yang selalu merawat dan menopangku
Terimakasih mama…
Doa-doamulah yang menguatkanku di setiap langkah hidupku
Terimakasih Bapak….
Engkaulah pahlawanku yangterus berjuang hingga ku berhasil
Hadiah termulia saat hari ulangtahunku
Adalah doa-doa mu mama dan bapak…
I love You Mom and Dad……



Tongkat

Tongkat..
Ya… tongkat itu
Sebagai penyangga tubuh itu
Berjalan melewati batas waktu
Tongkat..
Sesuatu yang pada awalnya tak kulihat
Bahkan ku lirik pun tidak
Namun.. saat ini..
Benda itu sangat berarti
Memang bukan untukku
Tetapi untuk pahlawanku
Dia yang telah menjadi tulang punggung
Berkorban demi masa depanku
Terimakasih pahlawanku
Engkau selalu menjadi malaikat tak bersayap dalam hidupku
Walaupun terlihat keras dan dingin
Namun hatimu lembut
Terimakasih pahlawanku
Jasamu sungguh luar biasa
Tongkat ini.. ya tongkat ini
Mungkin tiada bernilai
Namun inilah tanda cintaku padamu
Yang tak mungkin bisa membalas smua kebaikanmu
Terimakasih pahlawanku..

Sakit

Di saat sakitlah
Di saat inilah
Ku termenung
Tak sengaja ku refleksikan album hidupku
Semua yang tlah terjadi
Semua yang tlah berlalu
Seharusnya ku lebih bersyukur
Di saat seperti inilah
Mama tetap setia merawatku
Keluargakulah tempatku bernaung
Sahabat-sahabatkulah supporterku
Yah...bersyukur karna aku beruntung
Masih banyak insan yang mendoakanku
Ternyata kesehatan itu mahal harganya
Di saat inilah...
Recovery ku alami..
Baik jiwa maupun raga
Terimakasih Tuhan
Kau ijinkan sakit penyakit menghampiriku
Supaya aku bisa lebih menghargai hidup
Yang telah Kau karuniakan kepadaku
Terimakasih Tuhan..
24 Mei 2012

Keluarga Kita


Keluarga...
Itulah tempat perlindungann kita
Di saat musuh menyerang
Berlindunglah dalam hangatnya keluarga
Keluargalah sumber inspirasi
Kekuatan terbesar dalam hidup ini
Ditemukan dalam keluarga
Dialami dalam cinta kasih keluarga
Mungkin tak ada pertalian saudara
Namun keluarga itu cakupannya luas
Tak hanya dengan orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan kita
Tapi semua orang bisa menjadi keluarga kita
Bukalah matamu selebar mungkin
Pertajam pendengaranmu
Bertanggung jawablah atas keluargamu
Yang telah menjadi bagian hidupmu
Mungkin kau pernah merasa tersakiti
Penolakan dalam keluarga
Namun...terimalah itu dengan ikhlas
Sebagai alat pembentukan karaktermu
Menjadi pribadi yang lebih kuat dan mulia
Menaburlah untuk keluargamu
Sekalipun nampaknya sia-sia
Tetaplah menabur bahkan sampai mencucurkan air mata
Niscaya suatu saat nanti kau akan menuai dengan sorak-sorai

Keluarga

Keluarga...
Tempat bersatunya karakter-karakter
Tempat bersandarnya cinta tulus
Kenangan selalu terpancar
Suka...duka...
Jatuh...bangun...
Dilalui bersama-sama
Dalam keluarga
Semua bersatu hati
Menerjang ombak
Melawan badai
Bersama keluarga
Mungkin tak sempurna
Namun inilah yang terbaik
Karunia sang Ilahi
Pemberi nafas kehidupan keluarga
Bersyukurlah atas kasih karunia-Nya
Dia senantiasa setia menyertaimu
Mengarungi samudra luas